bI4CVeCMvWTMF57jQZWzTDvps1CVcql3UOHpfdsp
Bookmark

Resmi Dilantik, SMSI Cilegon Periode 2025–2028 Fokus Jaga Marwah Pers Siber


CILEGON, Blitz.com –
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus penjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus teknologi digital.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua SMSI Cilegon periode 2025–2028, Wawan Kurniadi, usai dilantik. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi tidak boleh lepas dari etika, kebenaran, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Teknologi boleh berkembang sejauh apa pun, tapi ia harus tetap tunduk pada etika dan kebenaran yang manusiawi,” kata Wawan, Sabtu, 20 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Wawan mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cilegon terhadap program strategis Monumen Siber Indonesia yang direncanakan diresmikan pada 7 Februari 2026, menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Menurutnya, monumen tersebut bukan sekadar ikon fisik, melainkan simbol kesiapan Cilegon sebagai kota yang adaptif terhadap teknologi siber. Namun, di balik kecanggihan itu, media siber dituntut tetap mengedepankan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Monumen ini akan menjadi satu-satunya monumen siber di Indonesia. Pesannya jelas, media siber bukan hanya soal cepat, tapi juga soal benar,” ujarnya.

Wawan juga menyinggung latar belakang lahirnya SMSI Cilegon yang berdiri pada 7 Maret 2019. Organisasi ini lahir dari kegelisahan kolektif para pelaku media lokal terhadap kondisi industri pers yang dinilai semakin tidak sehat akibat dominasi dan konglomerasi media besar.

“SMSI lahir bukan karena kepentingan pribadi. Ini lahir dari kegelisahan bersama agar media siber lokal tetap berdaulat dan tidak tersisih,” tuturnya.

Secara nasional, SMSI telah diakui oleh Dewan Pers, memiliki legalitas resmi, serta memikul tanggung jawab konstitusional untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. SMSI juga dipimpin oleh Firdaus sebagai ketua umum.

Wawan mengibaratkan kekuatan SMSI seperti sekumpulan semut yang mampu menghadapi gajah. Meski beranggotakan perusahaan media siber lokal, SMSI memiliki kekuatan kolektif yang lahir dari independensi masing-masing media.

“Setiap perusahaan media tetap berdaulat atas keputusannya. Tapi ketika bersatu, SMSI punya kekuatan besar untuk menjaga marwah pers,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2025–2028, SMSI Cilegon diharapkan semakin kokoh menjalankan perannya sebagai penjaga etika pers siber, mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah, serta benteng informasi sehat bagi masyarakat.


[ Ais/Red* ]


#SMSICilegon #SerikatMediaSiberIndonesia #PersSiber #MediaLokal #EtikaJurnalistik #InformasiSehat #MarwahPers #PersBertanggungJawab #CilegonNews #BlitzCilegon #MediaDigital #EkosistemMedia #HPN2026 #MonumenSiber #DewanPers #JurnalismeProfesional #MediaBerdaulat

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar