Wali Kota Cilegon Targetkan Penataan Kabel Bawah Tanah Rampung Akhir Januari 2026
CILEGON, Blitz.com - Pemerintah Kota Cilegon mulai merealisasikan penataan kabel jaringan dengan sistem bawah tanah. Wali Kota Cilegon Robinsar secara resmi menandai dimulainya penanaman kabel bawah tanah pada Senin (22/12/2025), setelah memastikan kesiapan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Robinsar mengatakan, penurunan kabel udara ke bawah tanah dilakukan secara bertahap mengingat volume kabel yang cukup besar. Penataan difokuskan pada ruas jalan utama yang tengah dibenahi dengan total panjang mencapai sekitar 14 kilometer di sisi kanan dan kiri jalan.
“Ini menandakan bahwa kabel-kabel akan segera kita turunkan ke dalam tanah secara bertahap. Prosesnya memang tidak bisa instan karena jumlah kabel sangat banyak. Kurang lebih ada 14 kilometer kanan-kiri jalan yang kita rapikan,” ujar Robinsar.
Ia menjelaskan, pekerjaan penanaman kabel bawah tanah dimulai hari ini dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Berdasarkan laporan dari pihak penyelenggara, seluruh kabel dan tiang jaringan ditargetkan sudah tidak lagi menggantung di udara pada akhir Januari 2026.
“Tadi Bu Novi menyampaikan, insyaallah sampai akhir Januari semuanya selesai. Kabel dan tiang-tiang itu sudah tidak ada lagi yang menggantung,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Robinsar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), asosiasi penyelenggara jaringan, hingga masyarakat. Menurutnya, proses penataan kabel ini tergolong cepat jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Ini termasuk yang tercepat. Kurang lebih dikerjakan selama empat bulan. Prinsipnya saya mengucapkan terima kasih, semoga penataan ini memberi manfaat, sekaligus mengurangi risiko keselamatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan APJATEL, Novi, mengungkapkan bahwa penurunan kabel dilakukan sepanjang 7 kilometer di masing-masing sisi jalan, sehingga total mencapai 14 kilometer. Jika sebelumnya terdapat sekitar 15 operator jaringan, kini jumlahnya bertambah menjadi 30 operator yang ikut ditata dalam satu jalur terpadu.
“Ke depan mudah-mudahan Kota Cilegon jadi lebih indah, lebih rapi, dan risiko keselamatan masyarakat juga semakin kecil,” ujarnya.
Novi menambahkan, pemindahan kabel udara ke bawah tanah di Cilegon menjadi salah satu proyek tercepat yang pernah dilakukan. Proses penataan dimulai sejak 19 Agustus 2025 dan dalam waktu kurang dari empat bulan, progresnya dinilai signifikan.
“Kita mulai 19 Agustus, dan sekarang sudah Desember. Kurang dari empat bulan untuk 14 kilometer itu luar biasa,” pungkasnya.
[Ais/Red*]
#Cilegon #CilegonNews #BlitzCilegon #PemkotCilegon #WalikotaCilegon #Robinsar #PenataanKabel #KabelBawahTanah #InfrastrukturKota #APJATEL #APJII #JaringanTelekomunikasi #KotaRapi #KeselamatanPublik #PembangunanCilegon #SmartCityCilegon
