bI4CVeCMvWTMF57jQZWzTDvps1CVcql3UOHpfdsp
Bookmark

DPRD Cilegon Akan Panggil Perusahaan di Kawasan Terdampak Banjir Ciwandan


CILEGON, Blitz.com - 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon berencana memanggil sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Ciwandan. Langkah ini diambil menyusul banjir besar yang kembali merendam permukiman warga, terutama di sekitar pintu air Kelurahan Kubangsari.


Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid, mengatakan pemanggilan tersebut penting untuk mengevaluasi peran aktivitas industri terhadap kondisi lingkungan dan sistem aliran air di kawasan tersebut.


“Hari ini saya kembali meninjau lingkungan pintu air Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir sejak semalam. Kami sudah bersiaga sejak pukul tujuh malam,” kata Hafid saat ditemui di lokasi, Sabtu, 3 Januari 2026.


Dalam peninjauan tersebut, Hafid mendapati sejumlah rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 150 sentimeter. Ia menyebut banjir kali ini sebagai yang paling ekstrem dibandingkan kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya.


“Saya langsung cek ke rumah-rumah warga. Ketinggian air mencapai kurang lebih 150 sentimeter. Ini banjir paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.


Menurut Hafid, banjir terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan kapasitas saluran air yang tidak memadai. Selain itu, ia menyoroti adanya pemagaran kawasan industri, termasuk di sekitar area milik Krakatau Steel, yang diduga menghambat aliran air menuju laut.


“Curah hujan memang tinggi. Tapi selokan di pinggir jalan juga sempit dan tidak optimal. Ditambah lagi ada pemagaran kawasan industri. Warga meminta agar dibuatkan saluran irigasi, bahkan kalau memungkinkan pagarnya dibuka,” katanya.


Hafid juga menilai pesatnya pembangunan pabrik di kawasan Ciwandan tidak diiringi dengan perencanaan drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air yang seharusnya langsung menuju laut justru tertahan dan meluap ke permukiman warga.


“Sekarang banyak pabrik berdiri. Air tidak bisa langsung mengalir ke laut, tapi tersendat di tengah kawasan,” ujar Hafid.


Karena itu, ia mendesak pihak perusahaan agar bertanggung jawab dan memberikan solusi konkret untuk mengurangi risiko banjir. Ia juga meminta pemerintah daerah hadir secara serius dalam penanganan persoalan tersebut.


“Kami minta pelaku usaha memberikan solusi yang baik untuk lingkungan dan masyarakat. Pemerintah juga harus hadir dan menangani ini secara serius,” tegasnya.


Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Cilegon akan menyurati dan memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak banjir untuk dimintai penjelasan dan komitmen perbaikan.


“Kami dari DPRD akan mengawal persoalan ini dan segera memanggil perusahaan yang berada di kawasan terdampak banjir,” kata Hafid.


[ Ais/Red*]


#BanjirCiwandan

#BanjirKubangsari

#BanjirCilegon

#DPRDCilegon

#KomisiIDPRD

#AhmadHafid

#BanjirEkstrem

#IndustriDanLingkungan

#KawasanIndustri

#DrainaseBuruk

#IrigasiTersumbat

#PagarIndustri

#KrakatauSteel

#EvaluasiAMDAL

#TataRuangKota

#TanggungJawabPerusahaan


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar