bI4CVeCMvWTMF57jQZWzTDvps1CVcql3UOHpfdsp
Bookmark

Dari Munggahan Ramadhan ke Masa Depan: RPB dan Krakatau POSCO Satukan Langkah Bangun Generasi Cilegon


CILEGON, Blitz.com —
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, denyut optimisme pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal kembali menguat di Kota Cilegon. Minggu (15/2/2026), Rumah Peradaban Banten (RPB) menggelar agenda Munggahan Ramadan yang dirangkai dengan refleksi 12 tahun perjalanan pengabdian sosial dan pendidikan, yang selama ini dibina dan disinergikan dengan dunia industri, terutama .

Sejak berdiri pada 2014, RPB yang dipimpin Haji Huluful Fahmi telah menjelma sebagai “dapur lahirnya talenta lokal”. Dari kelas bahasa Inggris hingga pembinaan karakter, lembaga ini konsisten menyiapkan generasi Cilegon agar tak sekadar menjadi penonton di kota industri, melainkan aktor utama di rumahnya sendiri.

Pimpinan RPB, Haji Huluful Fahmi, menegaskan bahwa RPB lahir dari kegelisahan melihat potensi anak-anak Cilegon yang belum seluruhnya mendapat ruang tumbuh yang adil.

“Kami ingin anak-anak Cilegon tidak hanya jadi buruh di kota industrinya sendiri, tapi menjadi pemimpin, inovator, dan profesional yang berdaya saing. Karena itu sejak 2014 kami membangun RPB sebagai ruang belajar, ruang nilai, dan ruang harapan,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan, kemitraan dengan industri seperti Krakatau POSCO menjadi bukti bahwa pembangunan SDM tidak bisa berjalan sendiri.

“Sinergi dengan dunia industri sangat penting. CSR bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan kota ini,” tegasnya.

Acara yang digelar di kawasan Ciwandan itu dihadiri para relawan, tokoh masyarakat, kiai, serta pengusaha. Di antaranya tokoh Cilegon Haji Muhlis Sayidi, yang secara terbuka mengapresiasi dampak sosial RPB. Dukungan juga mengalir dari kalangan industri yang selama ini menjadi mitra pembinaan.

Direktur Krakatau POSCO, Iip Arief Budiman, menegaskan bahwa investasi terbaik industri bukan hanya pada mesin dan pabrik, melainkan pada manusia.

“Tugas orang-orang terdidik adalah mendidik. RPB hari ini memiliki sekitar 200 peserta didik yang tersebar dari Simpang Tiga Cilegon, Mancak hingga Anyer. Ini adalah jaringan peradaban,” ujarnya.

Menurut Iip, program CSR perusahaan diarahkan pada pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu bukti nyatanya adalah program pengembangan bahasa. Saat ini, 90 siswa mengikuti kelas bahasa asing—bahkan sebagian telah mampu berdialog dalam bahasa Korea.

“Cilegon adalah kota multietnik dan multiras. Penguasaan bahasa menjadi kunci agar anak-anak kita mampu berkompetisi dan berkolaborasi secara global,” katanya.

RPB juga telah menarik perhatian dunia pendidikan. Sejumlah lembaga seperti Universitas Indonesia (UI), Indonesia Mengajar dan lainnya, pernah berkunjung dan mengapresiasi model pengembangan SDM berbasis komunitas yang dijalankan Fahmi dan timnya.

Lebih jauh, Iip menyebut RPB sebagai “aset sosial” Cilegon. Bahkan, jika ada penghargaan kepemudaan, Huluful Fahmi dinilai layak menjadi kandidat utama.

“Pembangunan Cilegon membutuhkan konsistensi, dan RPB sudah membuktikan itu,” tegasnya.

Di sisi lain, rencana pengembangan tahap kedua Krakatau POSCO diyakini akan membuka kebutuhan besar terhadap tenaga kerja lokal. Karena itu, keberadaan lembaga seperti RPB menjadi krusial.

“Perguruan tinggi negeri seperti UNTIRTA memiliki cakupan nasional. RPB justru fokus pada penguatan Cilegon—itulah yang membuatnya unik dan strategis,” tambah Iip.

Sementara itu, H. Muhlis Sayidi menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga keberlanjutan RPB.

“Manfaatnya nyata. Kita wajib menyiapkan generasi agar tidak tertinggal. Kami akan berupaya membantu agar RPB terus eksis dan berkembang,” ujarnya.

Di tengah hiruk-pikuk kota baja, RPB menghadirkan narasi lain: bahwa masa depan Cilegon tidak hanya ditempa oleh industri, tetapi juga oleh ruang-ruang belajar, relawan yang tekun, dan sinergi yang berkelanjutan. Ramadan pun disambut bukan sekadar sebagai ritual, melainkan momentum mempertebal ikhtiar membangun peradaban dari tanah sendiri.


[ Ais/Red* ]

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar