Komisi X DPR RI Turun ke Banten, Prof. Furtasan Siapkan Jalan Putus Kemiskinan Lewat Pendidikan
SERANG, Blitz.com — Pendidikan kembali ditempatkan sebagai garis depan pembangunan manusia di Banten. Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, turun langsung ke Aula Gedung PGRI Kecamatan Kramatwatu, Senin (16/2/2026), menyerap aspirasi para kepala sekolah dan pengawas dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten V.
Di hadapan para pendidik, Furtasan menegaskan satu hal mendasar: kemiskinan tidak akan pernah bisa diputus tanpa pendidikan yang kuat.
“Pendidikan adalah fondasi untuk membangun generasi unggul. Dari sanalah derajat ekonomi masyarakat bisa diangkat,” ujar politisi berlatar akademisi itu.
Bukan hanya bicara visi besar, Furtasan juga menguliti realitas di lapangan. Ia mengaku menerima banyak laporan soal kondisi gedung sekolah di Banten yang jauh dari kata layak.
Ruang kelas bocor, tembok rapuh, hingga fasilitas belajar minim disebutnya sebagai bom waktu bagi kualitas pendidikan.
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang belajar di ruang berbahaya. Sekolah yang layak adalah hak siswa dan guru,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, ia memastikan akan mengawal langsung program revitalisasi sekolah agar dana pusat benar-benar sampai ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Tak kalah penting, Furtasan juga menyoroti penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP). Menurutnya, beasiswa ini harus menjadi jaring pengaman bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah.
“PIP bukan sekadar bantuan, tapi pintu masa depan. Maka harus tepat sasaran dan transparan,” katanya.
Pendamping Pengawas Sekolah, Aam Amaliyah, mengungkapkan bahwa persoalan pendidikan di Kecamatan Waringinkurung bukan semata soal kemampuan belajar, melainkan keterbatasan biaya.
Banyak anak berprestasi terpaksa mengubur mimpi karena tidak mampu melanjutkan sekolah.
“Ada banyak anak pintar, tapi orang tuanya tidak sanggup membiayai. Ini yang harus kita putus,” ujarnya.
Dalam forum itu, Furtasan disebut membuka peluang kuliah gratis full sarjana bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan.
“Anak-anak yang punya cita-cita besar tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Negara harus hadir,” kata Aam mengutip komitmen Furtasan.
Harapan besar kini disematkan pada wilayah Waringinkurung. Dengan intervensi PIP, beasiswa kuliah, dan perbaikan infrastruktur sekolah, kawasan ini diproyeksikan melahirkan generasi baru yang lebih kompetitif.
“Kalau akses pendidikan terbuka, maka masa depan daerah juga ikut terangkat,” kata Aam.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi sinyal kuat bahwa Komisi X DPR RI tengah menyiapkan lompatan besar SDM Banten, dengan pendidikan sebagai mesin utamanya.
Jika konsisten dikawal, dari ruang-ruang kelas sederhana di Waringinkurung dan Kramatwatu inilah, generasi baru Banten akan bangkit — lebih pintar, lebih berani, dan lebih siap bersaing di tingkat nasional.
[ Ais/Red* ]
#PendidikanUntukSemua
#BantenCerdas
#PutusRantaiKemiskinan
#KomisiXDPRRI
#PIPTepatSasaran
#SekolahLayak
#BeasiswaUntukNegeri
#AnakBantenHebat
#KuliahGratis
