Pasar Tani PKS Cilegon: Jurus Senyap Tekan Harga, Kuatkan Petani dan UMKM
CILEGON, Blitz.com — Di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap menggerus daya beli, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih bergerak langsung ke jantung persoalan: memperpendek rantai pasok dan mendekatkan petani dengan konsumen. Jumat (14/2/2026), Pasar Tani digelar di serambi Kantor DPD PKS Kota Cilegon—sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional yang berlangsung serentak di berbagai daerah.
Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi. Lapak-lapak berjejer rapi menyuguhkan sayuran segar, buah-buahan, hingga kebutuhan pokok harian. Harga yang dipatok relatif lebih stabil dan ramah di kantong—sebuah kabar baik bagi keluarga yang tengah mengencangkan ikat pinggang.
Di balik keramaian itu, ada strategi yang bekerja: distribusi langsung. Skema ini memangkas peran perantara yang selama ini membuat harga di tingkat konsumen melambung, sementara petani tertekan di sisi hulu. Hasilnya, petani memperoleh nilai jual yang lebih adil, dan warga mendapatkan harga beli yang lebih masuk akal. Simpel, efektif, dan berdampak.
Tak hanya komoditas pertanian, produk UMKM lokal juga ikut meramaikan Pasar Tani. Mulai dari olahan pangan hingga produk kreatif, para pelaku usaha kecil mendapatkan panggung yang jarang mereka miliki: bertemu langsung dengan pasar tanpa biaya promosi yang mahal. Ini bukan sekadar bazar—ini ekosistem mini yang menautkan produksi, distribusi, dan konsumsi dalam satu ruang.
Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Fery Budiman, menyebut Pasar Tani sebagai bentuk pelayanan publik yang konkret. “Kami ingin menghadirkan solusi nyata. Menjaga stabilitas harga, sekaligus menguatkan petani dan UMKM agar terus bertumbuh,” ujarnya di sela dialog dengan pedagang dan pengunjung. Baginya, urusan pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kebersamaan dan gotong royong.
Pelaksanaan serentak di berbagai wilayah Indonesia mempertegas keseriusan gerakan ini. Ketahanan pangan tidak lahir dari jargon, melainkan dari praktik yang konsisten di tingkat lokal. Di Cilegon, praktik itu terlihat jelas: produk petani terserap, UMKM berdenyut, dan warga punya alternatif belanja yang lebih bersahabat.
Para petani pun mengakui manfaatnya. Tanpa rantai perantara yang panjang, margin mereka lebih sehat. Di sisi lain, warga merasa diuntungkan karena bisa membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga yang tidak “mencekik”.
Pasar Tani PKS Cilegon hari itu bukan sekadar transaksi jual-beli. Ia menjadi ruang temu—tempat pengurus partai, pelaku usaha, dan masyarakat berinteraksi, menyamakan kepentingan, dan membangun kepercayaan. Jika konsistensi terjaga, model ini berpotensi menjadi lokomotif kecil yang menarik gerbong besar: ekonomi rakyat yang lebih adil dan berkelanjutan.
[ Ais/Red* ]
#PasarTaniPKS #PKSCilegon #HargaTerjangkau #PetaniSejahtera #UMKMMaju #KetahananPangan #EkonomiRakyat #BelanjaMurah #CilegonBangkit
