bI4CVeCMvWTMF57jQZWzTDvps1CVcql3UOHpfdsp
Bookmark

Nuzulul Qur’an di Cilegon Jadi Momentum Penguatan Ibadah dan Solidaritas Sosial, Wali Kota Ajak ASN Maksimalkan Zakat


CILEGON, Blitz.com –
Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Kota Cilegon bukan sekadar seremoni keagamaan. Pemerintah Kota Cilegon menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menggugah kepedulian sosial melalui Gebyar Zakat, Infak, dan Sedekah.

Kegiatan yang berlangsung dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kota Cilegon, para camat dan lurah se-Kota Cilegon, tokoh agama, serta masyarakat. Nuansa Ramadan terasa kental, tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT sehingga dapat berkumpul memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an di bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah atas nikmat Allah SWT kita semua dapat hadir bersama memperingati Nuzulul Qur’an pada sore hari ini. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta kita semua selaku umatnya hingga akhir zaman,” ujar Robinsar.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan istimewa yang menghadirkan kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Setiap kebaikan yang dilakukan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.

Ia mencontohkan, membaca satu ayat Al-Qur’an saja sudah bernilai sepuluh kebaikan. Jika membaca satu juz hingga khatam 30 juz, apalagi dipadukan dengan kemuliaan malam Lailatul Qadar yang nilainya setara seribu bulan, maka Ramadan menjadi kesempatan spiritual yang sangat berharga.

“Kesempatan ini jangan sampai kita sia-siakan. Ramadan adalah momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” katanya.

Namun Robinsar mengingatkan, kedekatan dengan Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca. Umat Islam juga didorong untuk mentadaburi serta memahami makna yang terkandung di dalamnya agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya dibaca, tetapi juga dipahami maknanya. Nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Robinsar juga memberikan apresiasi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon yang terus meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan, termasuk dalam hal membaca Al-Qur’an dan menunaikan zakat.

Ia pun secara khusus mengajak seluruh ASN, mulai dari pejabat eselon II, III hingga IV, untuk memperkuat kesadaran dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon.

“Saya mengajak seluruh ASN agar bersama-sama meningkatkan kesadaran membayar zakat melalui Baznas Kota Cilegon. Kita juga mendorong seluruh jajaran untuk mengajak bawahannya menunaikan kewajiban zakat,” ujarnya.

Menurut Robinsar, penguatan zakat melalui Baznas sangat penting karena dana yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program sosial dan kemanusiaan.

Mulai dari bantuan bagi masyarakat kurang mampu, penanganan bencana, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Karena itu kita harus bersama-sama membesarkan Baznas Kota Cilegon agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cilegon, Fajri Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh wilayah Kota Cilegon dalam pengumpulan zakat fitrah.

Ia menjelaskan, penyaluran zakat fitrah akan mulai dilakukan sekitar pertengahan Ramadan melalui ratusan masjid yang tersebar di Kota Cilegon.

“Mulai sekitar tanggal 16 Ramadan, kita akan menyalurkan zakat fitrah melalui DKM di seluruh Kota Cilegon. Jumlahnya sekitar 497 masjid,” jelasnya.

Selain metode konvensional, Baznas juga menghadirkan inovasi pembayaran digital untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Melalui sistem QRIS yang ditempatkan di sejumlah titik, termasuk di pintu gerbang lokasi kegiatan, masyarakat cukup melakukan pemindaian melalui ponsel.

“Makanya kita juga menaruh QRIS di pintu gerbang. Jadi masyarakat tinggal scan saja, sangat mudah untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, penceramah Ahmad Slamet Ibnu Syam menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang Allah SWT turunkan sebagai “manual book” bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.

Menurutnya, banyak kegelisahan hidup yang muncul karena manusia menjauh dari pedoman yang telah Allah turunkan.

“Allah menciptakan bumi ini sekaligus menyiapkan manual book tentang bagaimana manusia hidup di dunia. Jika hidup kita tidak mengikuti manual book itu, tentu kehidupan bisa rusak bahkan hancur,” katanya.

Ia juga mengutip firman Allah dalam Surah Taha ayat 2, “Maa anzalnaa ‘alaikal Qur’aana litasyqoo,” yang berarti Al-Qur’an tidak diturunkan untuk menyusahkan manusia, melainkan sebagai sumber kebahagiaan dan keberkahan hidup.

“Kalau ingin hidup bahagia, dekatlah dengan Al-Qur’an. Perbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an, maka insyaallah hidup kita akan bahagia, makmur, dan sukses dunia maupun akhirat,” tuturnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan Gebyar Zakat, Infak, dan Sedekah ini pun menjadi simbol bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat kepedulian sosial.

Di Kota Cilegon, Ramadan kembali ditegaskan sebagai ruang spiritual yang menyatukan ibadah, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.


[ Sob/Red* ]

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar